Materi TIU CPNS 2026: Pola Bilangan (Deret Angka)

Bertemu lagi di segmen bedah materi Tes Intelegensi Umum (TIU) bersama Pediarin. Jika sebelumnya kita sudah mengasah logika bahasa, sekarang saatnya kita memanaskan otak kiri dengan materi favorit (sekaligus yang paling sering bikin nge-blank): Pola Bilangan atau Deret Angka.

Soal deret angka adalah ujian untuk melihat seberapa cepat dan jeli kamu menemukan irama matematis dari sekumpulan angka yang berjejer. Tidak ada rumus mutlak di sini, yang ada hanyalah insting dan kebiasaan. Semakin sering kamu berlatih, otakmu akan secara otomatis mengenali polanya dalam hitungan detik.

Mari kita bedah dua senjata utama dan jenis-jenis pola yang wajib kamu kuasai sebelum maju ke medan perang SKD!

Dua Senjata Utama Menganalisis Deret

Banyak peserta yang panik saat melihat angka acak karena mereka tidak punya sistem analisis yang terstruktur. Ingat, saat menghadapi soal deret, kamu hanya perlu menggunakan dua teknik observasi ini:

1. Cara Geser (Pola Berurutan)

Ini adalah langkah pertama yang wajib kamu coba setiap melihat soal deret. Caranya adalah dengan mengevaluasi hubungan angka dari kiri ke kanan secara berurutan (Angka ke-1 ke Angka ke-2, lalu ke Angka ke-3, dst).

  • Kelebihan: Sangat aman dan biasanya mencakup 60% dari total soal deret di CPNS.
  • Ciri-ciri: Perubahan angkanya biasanya stabil (naik terus atau turun terus secara perlahan).

2. Cara Melompat (Pola Larik/Ganda)

Jika Cara Geser menghasilkan selisih angka yang berantakan (misal: +10, -5, +20, -3), segera tinggalkan dan beralihlah ke Cara Melompat. Caranya adalah dengan menghubungkan angka secara selang-seling (melewati satu atau dua angka di tengahnya).

  • Contoh Pola Lompat 1: Hubungkan Angka ke-1 dengan ke-3, lalu ke-5. Sementara Angka ke-2 dihubungkan dengan ke-4, lalu ke-6.
  • Ciri-ciri: Deret ini biasanya panjang (lebih dari 6 angka) dan angkanya terlihat fluktuatif (naik-turun secara ekstrem).

Jenis-Jenis Pola Bilangan yang Sering Muncul

Setelah mengetahui cara melihatnya (Geser atau Lompat), sekarang mari kenali “isi” atau operasi matematikanya:

1. Pola Aritmetika Dasar (Penjumlahan/Pengurangan)

Pola yang selisih antarangangkanya selalu tetap atau memiliki irama konstan.

  • Contoh: 5, 8, 11, 14, 17… (Polanya: selalu ditambah 3).

2. Pola Geometri (Perkalian/Pembagian)

Angkanya membesar atau mengecil secara drastis dalam waktu singkat.

  • Contoh: 2, 6, 18, 54, 162… (Polanya: selalu dikali 3).

3. Pola Bertingkat (Level 2)

Ini adalah tipe soal HOTS. Selisih pada tingkat pertama belum membentuk pola yang jelas, sehingga kamu harus mencari selisih dari selisih tersebut.

  • Contoh Deret: 2, 3, 6, 11, 18…
    • Selisih Tingkat 1: +1, +3, +5, +7 (Belum konstan, tapi terlihat seperti deret ganjil).
    • Selisih Tingkat 2: +2, +2, +2 (Nah, baru ketemu polanya di tingkat kedua!).

4. Pola Kombinasi (Operasi Ganda)

Setiap perpindahan angka menggunakan lebih dari satu operasi secara berurutan.

  • Contoh: 2, 3, 6, 7, 14… (Polanya: Ditambah 1, lalu Dikali 2. Berulang terus: +1, x2, +1, x2).

5. Pola Pangkat (Persegi dan Kubik)

Pembuat soal sangat suka menyisipkan angka hasil kuadrat atau pangkat tiga. Wajib hafal di luar kepala!

  • Hafalan Kuadrat (x²): 1, 4, 9, 16, 25, 36, 49, 64, 81, 100, 121, 144, 169.
  • Hafalan Kubik (x³): 1, 8, 27, 64, 125, 216, 343.

3 Tips Cepat Eksekusi Deret Angka Saat Ujian

  1. Lihat Pilihan Ganda Dulu! Sebelum mulai mencakar kertas buram, lirik sekilas opsi jawabannya (A, B, C, D, E). Jika rentang jawabannya angkanya ribuan padahal soalnya puluhan, sudah pasti polanya menggunakan Perkalian atau Pangkat, bukan Penjumlahan.
  2. Jangan Terpaku pada Angka Pertama. Terkadang angka pertama sengaja dibuat untuk mengecoh. Coba carilah selisih antara angka ke-3 dan ke-4, atau ke-4 dan ke-5 untuk melihat irama yang lebih “bersih”.
  3. Beri Batas Waktu (Rule of 1 Minute). Soal deret bisa membuat peserta penasaran hingga menghabiskan 3-5 menit hanya untuk satu soal. Jika dalam 1 menit kamu belum menemukan polanya (baik dengan cara geser maupun lompat), tinggalkan dan lewati dulu! Otak bawah sadarmu akan tetap memprosesnya selagi kamu mengerjakan soal lain.

Contoh Soal TIU Deret Angka

Soal 1 Perhatikan deret angka berikut! 3, 4, 8, 17, 33, … Angka yang paling tepat untuk mengisi kelanjutan deret di atas adalah…

A. 50

B. 54

C. 58

D. 60

E. 64

Pembahasan: C Trik: Gunakan Pola Bertingkat (Level 2) – Kuadrat. Tingkat 1 (Selisih): +1, +4, +9, +16. Jika diperhatikan, angka selisihnya bukanlah angka acak, melainkan hasil pangkat dua berurutan (1², 2², 3², 4²). Maka selisih selanjutnya adalah 5² yaitu +25. Jawaban: 33 + 25 = 58.

Soal 2 12, 15, 16, 13, 20, 11, 24, … Berapakah angka selanjutnya pada deret tersebut?

A. 9

B. 10

C. 26

D. 28

E. 7

Pembahasan: A Trik: Terapkan Cara Melompat (Lompat 1 angka). Jika dihitung dengan cara geser, selisihnya berantakan (+3, +1, -3, +7). Langsung ubah ke cara lompat! Larik 1 (Posisi ganjil): 12, 16, 20, 24 (Polanya stabil +4) Larik 2 (Posisi genap): 15, 13, 11, … (Polanya stabil -2) Karena angka yang ditanyakan berada pada posisi genap (ke-8), maka kita gunakan pola Larik 2. Jawaban: 11 – 2 = 9.

Soal 3 5, 11, 23, 47, 95, … Angka yang tepat untuk melanjutkan deret di atas adalah…

A. 185

B. 189

C. 190

D. 191

E. 195

Pembahasan: D Trik: Pola Geser Kombinasi (Kali dan Tambah). Coba lihat lonjakan angkanya yang cukup besar, ini menandakan adanya operasi perkalian. 5 ke 11 = dikali 2, ditambah 1 (x2 + 1) 11 ke 23 = dikali 2, ditambah 1 (x2 + 1) 23 ke 47 = dikali 2, ditambah 1 (x2 + 1) Polanya stabil selalu dikali dua lalu ditambah satu. Jawaban: (95 x 2) + 1 = 190 + 1 = 191.

Soal 4 -4, -1, 4, 11, 20, … Bilangan yang sesuai untuk melengkapi titik-titik di atas adalah…

A. 29

B. 31

C. 33

D. 35

E. 40

Pembahasan: B Trik: Pola Geser Aritmetika Bertingkat. Jangan panik melihat angka minus. Hitung selisihnya seperti biasa. Selisih: +3, +5, +7, +9. Selisih tersebut membentuk deret bilangan ganjil yang berurutan. Maka selisih selanjutnya adalah +11. Jawaban: 20 + 11 = 31.

Soal 5 2, 5, 10, 4, 10, 20, 6, 15, 30, … , … , … Tiga angka yang tepat untuk mengisi kekosongan deret di atas adalah…

A. 8, 20, 40

B. 8, 25, 45

C. 7, 20, 35

D. 8, 15, 40

E. 12, 20, 40

Pembahasan: A Trik: Pola Lompat Ekstrem (Lompat 2 Angka). Soal ini sangat panjang, artinya hampir pasti ada lebih dari 2 larik tersembunyi. Mari kita pecah menjadi 3 larik: Larik 1: 2, 4, 6, … (Pola +2) -> Selanjutnya: 8. Larik 2: 5, 10, 15, … (Pola +5) -> Selanjutnya: 20. Larik 3: 10, 20, 30, … (Pola +10) -> Selanjutnya: 40. Jawaban secara berurutan: 8, 20, 40.

Soal 6 3, 9, … , 81, 243, 729 Angka yang hilang di tengah deret tersebut adalah…

A. 18

B. 21

C. 27

D. 36

E. 54

Pembahasan: C Trik: Pola Geometri murni (Cara Geser). Untuk mencari angka di tengah, cari dulu pola pada deret belakang yang angkanya sudah lengkap. 81 ke 243 = x3 243 ke 729 = x3 Ternyata polanya adalah selalu dikali 3. Mari kita terapkan ke depan: 3 x 3 = 9. Jawaban: 9 x 3 = 27. (Mari kita cek: 27 x 3 = 81. Pola terbukti tepat).

Soal 7 1, 2, 4, 7, 12, 20, … Kelanjutan dari pola bilangan di atas adalah…

A. 28

B. 30

C. 31

D. 33

E. 35

Pembahasan: D Trik: Pola Fibonacci Tersembunyi pada Selisih. Mari kita cari selisihnya (Cara Geser): +1, +2, +3, +5, +8. Perhatikan angka selisihnya! (1, 2, 3, 5, 8). Angka selisih tersebut membentuk deret Fibonacci (angka berikutnya adalah hasil penjumlahan dua angka sebelumnya: 1+2=3, 2+3=5, 3+5=8). Maka, selisih selanjutnya adalah 5 + 8 = 13. Jawaban: 20 + 13 = 33.

Soal 8 100, 50, 46, 23, 19, … Berapakah angka selanjutnya?

A. 15

B. 12,5

C. 9,5

D. 8

E. 7,5

Pembahasan: C Trik: Pola Geser Kombinasi Pembagian dan Pengurangan. Mari kita bedah pergerakan angkanya dari kiri ke kanan. 100 ke 50 = dibagi 2 (/2) 50 ke 46 = dikurangi 4 (-4) 46 ke 23 = dibagi 2 (/2) 23 ke 19 = dikurangi 4 (-4) Polanya stabil berulang: /2, -4, /2, -4. Maka operasi selanjutnya adalah dibagi 2. Jawaban: 19 / 2 = 9,5.

Soal 9 0, 7, 26, 63, 124, … Angka yang tepat untuk melengkapi deret di atas adalah…

A. 189

B. 215

C. 216

D. 243

E. 255

Pembahasan: B Trik: Hafalan Pola Kubik / Pangkat Tiga. Jika sudah menghafal angka kubik dasar (1, 8, 27, 64, 125, 216), deret di soal ini masing-masing hanya dikurangi 1 dari deret kubik murni tersebut! 1³ – 1 = 0 2³ – 1 = 7 3³ – 1 = 26 4³ – 1 = 63 5³ – 1 = 124 Maka jawaban selanjutnya adalah 6³ – 1 = 216 – 1 = 215.

Soal 10 … , 18, 15, 23, 20, … , 25 Dua angka yang tepat untuk mengisi kekosongan di awal dan di tengah deret tersebut adalah…

A. 10 dan 28

B. 13 dan 28

C. 10 dan 30

D. 5 dan 25

E. 12 dan 28

Pembahasan: A Trik: Pola Lompat diurutkan dari belakang. Karena angka depannya kosong, kita susun polanya dengan Cara Lompat (selang 1 angka) menggunakan angka yang ada. Larik 1 (Ganjil): …, 15, 20, 25. (Terlihat polanya selalu +5). Berarti angka awalnya haruslah 15 – 5 = 10. Larik 2 (Genap): 18, 23, … (Polanya juga sama +5). Berarti angka kekosongannya adalah 23 + 5 = 28. Jawaban: 10 dan 28.

Uji Kemampuanmu Sekarang!

Membaca teori saja tidak cukup untuk menaklukkan TIU di SKD CPNS. Kamu harus membiasakan diri dengan format soal dan ujian simulasi CAT, serta manajemen waktu.

Sudah paham dengan kata kunci Implementasi Pancasila di atas? Ayo, uji pemahamanmu dengan mengikuti Tryout CAT CPNS 2026 di Pediarin (Gratis)! Simulasikan ujianmu sekarang dan lihat apakah kamu bisa meraih skor maksimal di bagian TIU.

Link Tryout SKD CPNS Gratis

Tinggalkan komentar