Materi TIU CPNS 2026: Penalaran Analitis

ertemu lagi di segmen bedah materi Tes Intelegensi Umum (TIU) bersama Pediarin. Jika sebelumnya otak kita sudah panas oleh rumus hitung cepat, sekarang saatnya kita masuk ke materi yang lebih santuy tapi butuh ketelitian tingkat tinggi: Penalaran Analitis.

Di materi ini, kamu tidak akan bertemu hitung-hitungan rumit. Soal Penalaran Analitis biasanya berupa cerita pendek yang berisi syarat-syarat tertentu, lalu kamu diminta menentukan urutan, posisi duduk, atau jadwal yang paling tepat.

Kunci utama menaklukkan materi ini cuma satu: Jangan dibayangkan di kepala! Kertas buram dan pena adalah senjata utamamu. Mari kita bedah 4 tipe soal analitis yang paling sering keluar dan cara cepat membuat sketsanya.

1. Tipe Urutan / Perbandingan (Trik Panah)

Tipe ini biasanya membahas urutan tinggi badan, berat badan, skor ujian, atau jadwal keberangkatan.

Ciri Soal: “A lebih tinggi dari B, namun lebih pendek dari C.”

Trik Eksekusi: Gunakan metode panah atau susun dari atas ke bawah.

  • Selalu letakkan yang “Lebih Besar / Tinggi / Cepat” di bagian Atas atau Kanan.
  • Letakkan yang “Lebih Kecil / Pendek / Lambat” di bagian Bawah atau Kiri.
  • Jika ada keterangan “Sama dengan”, letakkan sejajar ke samping.

Dengan membuat coretan atas-bawah, saat soal menanyakan “Siapa yang paling tinggi?”, kamu tinggal melihat nama yang posisinya paling pucuk di kertas burammu.

2. Tipe Posisi Duduk Melingkar

Ini adalah tipe soal klasik yang sering membuat peserta menghabiskan waktu hingga 3 menit. Soal biasanya menempatkan 4, 6, atau 8 orang di sebuah meja bundar.

Trik Eksekusi:

  1. Gambar Lingkaran dan Slotnya: Jangan langsung memasukkan nama. Buat dulu lingkaran dan garis-garis slot kursi sesuai jumlah orangnya (misal 6 garis yang saling berhadapan).
  2. Cari “Jangkar” (Pernyataan Paling Pasti): Jangan membaca syarat dari nomor 1 jika itu membingungkan. Cari syarat yang letaknya mutlak, seperti: “Budi duduk berhadapan dengan Caca”. Tulis Budi di bawah, dan Caca di atas.
  3. Isi Sisanya: Setelah “Jangkar” terpasang, akan lebih mudah memasukkan syarat seperti “Toni duduk di sebelah kiri Budi”.

3. Tipe Posisi Sejajar dan Pengelompokan

Tipe ini sering muncul dalam bentuk susunan kamar bersebelahan, antrean loket, atau jadwal tayang film di bioskop.

Trik Eksekusi:

  1. Buat Kotak Kosong: Buat kotak-kotak berdampingan sesuai jumlah ruangan/antrean.
  2. Pisahkan Syarat Mutlak dan Bersyarat:
    • Syarat Mutlak (Langsung masukkan ke kotak): “Ruang D tepat berada di ujung kanan.”
    • Syarat Bersyarat (Tulis di luar kotak dulu): “A tidak mau bersebelahan dengan B.”
  3. Coba-coba (Trial & Error): Masukkan syarat bersyarat ke kotak yang masih kosong. Jika melanggar aturan lain, segera hapus dan geser.

4. Tipe Rute dan Jaringan (Networking)

Tipe ini menguji logika kombinasi. Biasanya berbentuk cerita perjalanan dari Kota A ke Kota C yang harus melewati Kota B dengan berbagai pilihan jalan.

Trik Eksekusi:

Jika ada beberapa rute berurutan yang bisa dipilih, kamu hanya perlu mengalikan jumlah jalur pada setiap tahapnya.

Contoh Kasus:

Dari Kota P ke Kota Q ada 5 rute jalan. Dari Kota Q ke Kota R ada 7 rute jalan. Berapa banyak kombinasi jalan yang bisa dipilih seseorang dari P menuju R?

Masukkan ke rumus perkalian kombinasi:

$$5 \text{ rute} \times 7 \text{ rute} = 35 \text{ cara}$$

Sangat mudah, bukan? Hati-hati jika soal menambahkan syarat “Tidak boleh melewati jalan yang sama saat pulang”. Jika ini terjadi, kurangi 1 rute pada setiap jalur pulangnya.

Contoh Soal TIU Penalaran Analitis

Soal 1

Sebuah festival film menayangkan lima film secara berurutan, yaitu A, B, C, D, dan E. Panitia menetapkan jadwal penayangan dengan syarat berikut:

  • Film C ditayangkan tepat setelah film A.
  • Film B ditayangkan sebelum film D, tetapi setelah film E.
  • Film A ditayangkan sebelum film E.

Film manakah yang ditayangkan pada urutan keempat?

A. Film A

B. Film B

C. Film C

D. Film D

E. Film E

Pembahasan: B Trik: Gunakan metode urutan dari kiri (Awal) ke kanan (Akhir). 1) C tepat setelah A -> A – C. 2) A sebelum E -> A – C – E. 3) B sebelum D, tapi setelah E -> E – B – D. Gabungkan semuanya: A – C – E – B – D. Maka, film di urutan keempat adalah Film B.

Soal 2

Terdapat enam orang sahabat (P, Q, R, S, T, U) yang duduk mengelilingi meja bundar.

  • P duduk berhadapan dengan R.
  • T duduk tepat di sebelah kanan P.
  • Q duduk tepat di antara R dan S.

Siapakah yang duduk berhadapan dengan Q?

A. P

B. R

C. S

D. T

E. U

Pembahasan: D Trik: Buat ilustrasi lingkaran dengan 6 slot kursi bernomor 1-6 searah jarum jam. Misalkan P di kursi 1. Karena berhadapan, R ada di kursi 4. T di kanan P (searah jarum jam), maka T di kursi 2. Q di antara R(4) dan S. Agar Q ada di tengah, maka Q harus di kursi 5 dan S di kursi 6. Tersisa U, yang otomatis menempati kursi 3. Susunan (searah jarum jam): P(1) – T(2) – U(3) – R(4) – Q(5) – S(6). Kursi 5 (Q) berhadapan dengan kursi 2 (T). Maka yang berhadapan dengan Q adalah T.

Soal 3

Anton ingin pergi dari Kota A ke Kota C melalui Kota B. Dari Kota A ke Kota B terdapat 4 rute jalan yang bisa dilalui, sedangkan dari Kota B ke Kota C terdapat 3 rute. Jika Anton ingin pergi dari Kota A ke Kota C lalu kembali lagi ke Kota A, namun ia tidak mau melewati jalan yang sama saat pulang, berapa banyak pilihan rute perjalanan yang dimiliki Anton?

A. 12 rute

B. 24 rute

C. 36 rute

D. 72 rute

E. 144 rute

Pembahasan: D Trik: Rute jaringan dihitung dengan perkalian bersyarat. Pergi (A ke B): 4 pilihan. Pergi (B ke C): 3 pilihan. Pulang (C ke B): Karena tidak boleh pakai jalan yang sama, sisa 2 pilihan. Pulang (B ke A): Karena tidak boleh pakai jalan yang sama, sisa 3 pilihan. Kalikan seluruh kombinasinya: 4 x 3 x 2 x 3 = 72 rute.

Soal 4

Manajer perusahaan akan membagi 6 karyawannya (Andi, Budi, Caca, Doni, Eka, Fani) ke dalam Grup 1 dan Grup 2 yang masing-masing berisi 3 orang. Syarat pembagiannya adalah:

  • Andi dan Budi harus berada di grup yang sama.
  • Caca dan Doni tidak boleh berada di grup yang sama.
  • Eka harus masuk ke Grup 1.
  • Fani harus masuk ke Grup 2.

Pernyataan di bawah ini yang pasti benar adalah…

A. Caca berada di Grup 1.

B. Doni berada di Grup 2.

C. Andi berada di Grup 2.

D. Budi berada di Grup 1.

E. Eka dan Fani berada di grup yang sama.

Pembahasan: D Trik: Buat slot kotak untuk Grup 1 dan Grup 2. Syarat mutlak: Grup 1(Eka), Grup 2(Fani). Andi dan Budi harus sepaket (butuh 2 slot kosong). Jika mereka ditaruh di Grup 2, maka Grup 2 penuh (Fani, Andi, Budi). Akibatnya, Caca dan Doni terpaksa masuk ke Grup 1 bersama-sama. Ini melanggar syarat! Maka, Andi dan Budi wajib ditaruh di Grup 1. Susunan Grup 1 menjadi (Eka, Andi, Budi). Sehingga pernyataan yang pasti benar adalah Budi berada di Grup 1.

Soal 5

Sebuah perusahaan menempati gedung berlantai 5. Posisi ruangan diatur sebagai berikut:

  • Divisi Operasional berada di lantai 1.
  • Divisi Keuangan terletak tepat di antara Divisi Pemasaran dan Divisi Operasional.
  • Divisi HRD terletak tepat di atas Divisi IT.

Divisi apakah yang menempati lantai 4?

A. Operasional

B. Keuangan

C. Pemasaran

D. IT

E. HRD

Pembahasan: D Trik: Susun dari bawah (Lantai 1) ke atas (Lantai 5). Lantai 1 = Operasional. Keuangan di antara Pemasaran dan Operasional. Berarti susunannya dari bawah: Operasional (1) – Keuangan (2) – Pemasaran (3). Tersisa lantai 4 dan 5 untuk HRD dan IT. Karena HRD tepat di atas IT, maka Lantai 5 = HRD, dan Lantai 4 = IT. Jadi, Lantai 4 diisi oleh Divisi IT.

Soal 6

Lima orang pengunjung bioskop (V, W, X, Y, Z) mengantre tiket secara berurutan dalam satu baris.

  • Z tepat berada di belakang W.
  • V berada di belakang Z.
  • X berada di depan W, namun ia berada di belakang Y.

Siapakah yang berada di antrean kedua dari depan?

A. V

B. W

C. X

D. Y

E. Z

Pembahasan: C Trik: Susun posisi dari Depan ke Belakang. 1) Z di belakang W -> W – Z. 2) V di belakang Z -> W – Z – V. 3) X di depan W, tapi di belakang Y -> Y – X – W. Gabungkan semuanya: Y – X – W – Z – V. Maka antrean kedua dari depan adalah X.

Soal 7

Enam buah ruangan (nomor 1 sampai 6 secara berurutan) diperuntukkan bagi Kepala Sekolah, Guru, TU, UKS, Perpustakaan, dan Laboratorium.

  • Ruangan Kepala Sekolah adalah ruang nomor 1.
  • Ruang Laboratorium adalah ruangan paling kanan (nomor 6).
  • Ruang UKS tepat bersebelahan dengan ruang Perpustakaan.
  • Ruang Guru terletak tepat di antara ruang TU dan Kepala Sekolah.

Jika ruang UKS tidak boleh bersebelahan dengan ruang Laboratorium, di manakah letak ruang Perpustakaan?

A. Ruang 2

B. Ruang 3

C. Ruang 4

D. Ruang 5

E. Ruang 6

Pembahasan: D Trik: Buat 6 kotak berurutan. Masukkan syarat mutlak: Kotak 1 = Kepsek. Kotak 6 = Lab. Guru di antara TU dan Kepsek. Karena Kepsek di nomor 1, maka Guru wajib di nomor 2, dan TU di nomor 3. Tersisa Kotak 4 dan 5 untuk UKS dan Perpustakaan. Karena UKS tidak boleh bersebelahan dengan Lab(6), maka UKS tidak boleh di nomor 5. Jadi, UKS menempati nomor 4, dan Perpustakaan menempati nomor 5.

Soal 8

Dalam sebuah ujian fisik, berat badan lima orang siswa ditimbang.

  • Rina lebih berat dari Sari, namun lebih ringan dari Tika.
  • Uli lebih berat dari Rina.
  • Vira lebih ringan dari Sari.
  • Tika lebih ringan dari Uli.

Siapakah yang berada di urutan kedua paling ringan?

A. Rina

B. Sari

C. Tika

D. Uli

E. Vira

Pembahasan: B Trik: Susun menggunakan panah/tanda Lebih Besar (>). 1) Tika > Rina > Sari. 2) Uli > Rina. 3) Sari > Vira. 4) Uli > Tika. Gabungkan sesuai urutan dari yang terberat: Uli > Tika > Rina > Sari > Vira. Siswa kedua paling ringan (dari belakang) adalah Sari.

Soal 9

Panitia rapat menyusun posisi duduk 8 tamu VIP di sebuah meja persegi panjang. Ada 4 kursi di sisi utara dan 4 kursi di sisi selatan yang saling berhadapan.

  • Bimo berada di antara Tania dan Romi.
  • Bimo duduk berhadapan dengan Dodi.
  • Yosep berada di sebelah Dodi.
  • Romi berhadapan dengan Shima.
  • Di antara Bimo dan Eross tidak ada orang lain.

Berdasarkan data di atas, siapakah yang duduk berhadapan dengan Tania?

A. Yosep

B. Eross

C. Nindi

D. Dodi

E. Tidak dapat ditentukan

Pembahasan: A Trik: Buat dua baris atas-bawah (Utara-Selatan) dengan 4 slot. Baris 1: Tania – Bimo – Romi – Eross (Karena Bimo di antara Tania & Romi, dan Bimo bersebelahan langsung dengan Eross tanpa perantara. Maka Bimo diapit Tania & Romi, sementara Eross di sebelahnya Tania/Romi. Asumsikan Romi diapit Bimo & Eross). Baris 2 (Berhadapan): Lawannya Bimo = Dodi. Lawannya Romi = Shima. Yosep di sebelah Dodi. Karena Dodi berhadapan dengan Bimo, dan lawannya Romi sudah diisi Shima, maka Yosep harus mengisi kursi yang berhadapan dengan Tania. Jadi, Tania berhadapan dengan Yosep.

Soal 10

Dina harus meminum 3 jenis obat harian. Obat A diminum setiap 4 jam sekali. Obat B diminum setiap 6 jam sekali. Obat C diminum setiap 8 jam sekali. Jika Dina meminum ketiga obat tersebut secara bersamaan pada pukul 08:00 pagi hari Senin, pada hari dan pukul berapakah ia akan meminum ketiganya secara bersamaan lagi untuk yang pertama kalinya?

A. Senin, pukul 20:00

B. Selasa, pukul 08:00

C. Selasa, pukul 12:00

D. Selasa, pukul 20:00

E. Rabu, pukul 08:00

Pembahasan: B Trik: Ini adalah soal analitis campuran KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil). Cari dulu KPK dari jam minum obatnya. KPK dari 4, 6, dan 8 adalah 24. Artinya, ketiga obat tersebut akan diminum bersamaan lagi setiap 24 jam sekali. Jika ia minum bersamaan pada Senin pukul 08:00 pagi, maka 24 jam kemudian adalah hari Selasa pukul 08:00 pagi.

Uji Kemampuanmu Sekarang!

Membaca teori saja tidak cukup untuk menaklukkan TIU di SKD CPNS. Kamu harus membiasakan diri dengan format soal dan ujian simulasi CAT, serta manajemen waktu.

Sudah paham dengan kata kunci Implementasi Pancasila di atas? Ayo, uji pemahamanmu dengan mengikuti Tryout CAT CPNS 2026 di Pediarin (Gratis)! Simulasikan ujianmu sekarang dan lihat apakah kamu bisa meraih skor maksimal di bagian TIU.

Link Tryout SKD CPNS Gratis

Tinggalkan komentar